Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Kabar Edukasi / Surat Pendataan Guru Madrasah Tahun 2018 Dari Kemenag Hoax

Surat Pendataan Guru Madrasah Tahun 2018 Dari Kemenag Hoax

Surat pendataan guru madrasah tahun 2018 mengatasnamakan Kemenag RI yang beredar di media sosial dan aplikasi WhatsApp ternyata hoax. Surat tentang kelengkapan data dasar sekolah madrasah tahun 2018 itu diduga modus pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil data pribadi.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa Kemenag RI meminta data lengkap guru sekolah madrasah negeri/swasta guna pemutakhiran data pendidikan tahun 2018.

Kemenag RI melalui akun Instagramnya @kemenag_ri mengatakan bahwa surat pendataan tersebut tidak benar.

Assalamualaikum #SahabatReligi. Begitu banyak cara mengambil data pribadi untuk disalahgunakan. Salah satunya dengan mengatasnamakan Kementerian dan Lembaga.
Untuk itu mimin mengimbau ke semua pihak madrasah, guru, siswa dan orang tua agar lebih berhati-hati ketika menerima surat seperti di atas. Jelas itu bukan surat resmi dari Kementerian Agama. (26/9/2018)

Surat Kelengkapan Dasar Madrasah Tahun 2018 Hoax

Surat tersebut menyebutkan data yang harus dilengkapi, meliputi nama lengkap sekolah, alamat lengkap sekolah, biodata guru (tetap/tidak tetap), dan format pelaporan untuk biodata guru.

Tak hanya itu, guru juga diminta mengirimkan format data tersebut ke sebuah email yang belum jelas keresmiannya.

Dilansir kompas.com, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki menegaskan, surat tersebut palsu atau hoax.

“Surat tersebut palsu, karena di Kemenag tidak ada nomenklatur Direktorat Pendidikan Madrasah,” ujar Mastuki pada Rabu (26/9/2018).

Menurut Mastuki, tak hanya format kop surat saja yang tidak sesuai standar, bahkan penulisan format redaksi, susunan kata, kebenaran diksi, dan lainnya juga tidak sesuai standar.

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*