Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Berita / SMS Terakhir dan Kronologi Hilangnya 2 Pendaki Gunung Semeru

SMS Terakhir dan Kronologi Hilangnya 2 Pendaki Gunung Semeru

Pendaki Gunung di seluruh Indonesia tengah berduka, pasalnya dua orang pendaki hilang di Semeru pada Jum’at (20/5/2016) lalu. Kedua pendaki hilang tersebut diketahui bernama Supriyadi (26), warga Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Kabupaten Cirebon, dan Zirli Gita Ayu Savitru (16), pelajar asal Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon.

Sebelum hilang kontak, Supriyadi dikabarkan sempat mengirim SMS atau pesan singkat kepada salah satu temannya.

Isi SMS terakhir pendaki yang hilang di Semeru

“Ang kita bli bisa balik…Waraen bae ema karo bapa…kita kesasar nggunung semeru. Dongakaken bae..bkat slamet yaa Alhamdulillah..bokat beli jalur pangapurae ng kabeane yah. Kita yerus mudun meluan jurang mata aliran mata air..”

Artinya kurang lebih:

Saya tidak bisa pulang, tolong sampaikan ke ibu dan bapa, saya tersesat di Gunung Semeru. Doakan saja. Kalau selamat ya Alhamdullilah. Saya takut tidak bisa pulang. Saya minta maaf untuk semua keluarga dan kerabat.

sms terakhir dua pendaki yang hilang di gunung semeru
SMS terakhir pendaki yang hilang di Semeru by Mapalaptm

Setelah itu Supriyadi pun kembali mengirim pesan, dalam pesannya itu dia minta diisi pulsa karena pulsanya sudah hampir habis dan batre hpnya sudah melemah. Posisi terakhir dia saat itu ada di kawasan aliran air dan terdapat 2 air terjun di dekatnya.

kronologi hilangnya 2 pendaki semeru asal cirebon
Screenshot grup FB komunitas pendaki Indonesia Raya

Kronologi hilangnya 2 pendaki di Gunung Semeru

Supriyadi dan Zirli beserta empat rekan lainnya, Sukron, Ahmad Khaeradin, Lindasari dan Rizatul Rizki mendaki Gunung Semeru melalui Ranupani, Selasa (17/5).

Pada Rabu, (18/5), rombongan pendaki yang dipimpin Sukron berangkat dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati. Kemudian, keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan berangkat dari Kalimati menuju Mahameru.

Sampai batas vegetasi, dua pendaki tidak bisa melanjutkan pendakian karena sakit. Mereka berdua turun ke Kalimati, sementara empat lainnya terus melanjutkan perjalanan. Sampai di Watugedhe, dua pendaki tidak sanggup melanjutkan pendakian, mereka menunggu di Watugedhe. Sementara Supriadi dan Zirli melanjutkan perjalanan ke Puncak Mahameru.

Dua orang teman yang menunggu di Watugedhe menunggu hingga jam 14.00 WIB, namun korban belum juga turun. Akhirnya mereka turun ke Kalimati. Sampai di Kalimate, mereka melaporkan hilangnya kedua rekan mereka kepada Pak Sukaryo (saver).

Pada Jumat (20/5), pukul 06.00 WIB, Pak Sukaryo dan timnya melakukan upaya pencarian di sekitar Mahameru namun korban tidak berhasil ditemukan.

Lalu, malamnya sekira pukul 20.00 WIB, tim Pak Sukarto melapor ke Kantor Resort Ranupani. Setelah menerima laporan hilangnya 2 pendaki tersebut, Kepala Resort Ranupani memberangkatkan Tim Advance untuk melakukan pencarian di Mameru selama 1x 24 jam.

Upaya Tim Advance pun hasilnya nihil.

Akhirnya, pada Sabtu, (21/5), malam pukul 20.00 WIB, pendakian ke Gunung Semeru secara resmi ditutup untuk umum dan dinyatakan ‘open SAR’ untuk mencari kedua pendaki hilang tersebut.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk berhati-hati, tidak memisahkan diri dari rombongan serta tidak memaksakan diri. Semoga kejadian ini tidak terulang, dan semoga mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sumber : phinemo.com

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

4 comments

  1. Gadis Bandung

    sudah ketemu belum kang ?

  2. jadi pelajaran baut eeee…buat kita semua…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*