Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Islami / Rukun dan Syarat-syarat Jual Beli Menurut Islam

Rukun dan Syarat-syarat Jual Beli Menurut Islam

Rukun dan syarat-syarat jual beli sering kita lupakan dalam transaksi barang atau jasa baik secara offline maupun online. Menurut agama Islam, proses jual beli dapat dikatakan syah apabila syarat dan rukunnya terpenuhi. Jadi rukun dan syarat-syarat jual beli wajib dipenuhi ketika melakukan transaksi. Sebaliknya, jika syarat dan rukun jual beli tidak terpenuhi, maka proses transaksi tidak boleh dilakukan.

Rukun Jual Beli

Menurut jumhur ulama, rukun jual beli terbagi menjadi 4 macam, yaitu:
a) Ada penjual dan pembeli
b) Ada benda yang dijual belikan
c) Ada alat tukar yang sah (uang)
d) Ijab Kabul

Ijab adalah ucapan dari penjual, misalnya “saya jual barang ini seharga 1.000 rupiah”. Sedangkan Qabul adalah ucapan dari pembeli, misalnya “saya beli barang ini seharga 1.000 rupiah”. Ijab Qabul ini bentuknya sighat jual beli dengan ucapan.

Imam Nawawi berpendapat, bahwa ijab dan kabul tidak harus diucapkan, tetapi menurut adat kebiasaan yang sudah berlaku. Misalnya ketika kita transaksi jual beli di pasar swalayan. Pembeli cukup mengambil barang yang diperlukan kemudian dibawa ke kasir untuk dibayar. Atau ketika membeli barang di toko online, kita melakukan pemesanan barang yang dipajang di laman toko online tersebut lalu melakukan pembayaran dan menerima barang sesuai pesanan.

Rukun dan Syarat Jual Beli
Image: s-hukum.blogspot.com

Syarat-syarat Jual Beli

  1. Orang yang melakukan transaksi jual beli adalah seseorang yang dibolehkan untuk menggunakan hartanya. Yaitu seorang yang baligh, berakal, merdeka dan rasyiid (bukan idiot).
  2. Adanya keridhaan antara penjual dan pembeli
  3. Harga barangnya diketahui,  dengan bilangan nominal tertentu
  4. Penjual adalah seorang yang memiliki barang yang akan dijual atau yang menduduki kedudukan kepemilikan, seperti seorang yang diwakilkan untuk menjual barang.
  5. Barang yang dijual sesuatu yang diketahui penjual dan pembeli, dengan melihatnya atau memberi tahu sifat-sifat barang tersebut sehingga membedakan dengan yang lain. Jika pembeli tidak tahu barang yang akan dibelinya maka jual beli termasuk gharar.
  6. Barang yang dijual belikan adalah barang yang bisa diserahkan. Sedangkan barang yang dijual tidak bisa diserahkan kepada pembeli tidak sah jual belinya. Karena termasuk jual beli gharar (penipuan). Seperti menjual kucing dalam karung atau menjual burung yang masih terbang di udara.
  7. Barang yang di jual adalah barang yang mubah (boleh) untuk diambil manfaatnya, seperti menjual makanan dan minuman yang halal dan bukan barang yang haram seperti menjual khamr (minuman yang memabukkan), alat musik, bangkai, anjing, babi dan yang lainnya.

Itulah rukun dan syarat jual beli menurut Islam yang dikutip dari berbagai sumber. semoga bermanfaat.

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*