Pengertian Munggah dan Tradisi Menyambut Ramadhan di Jawa Barat

Marhaban yaa Ramadhan..! Sobat pembaca sekalian, marilah kita sambut bulan Ramadhan 1437 H. dengan penuh rasa syukur dan suka cita, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, berkah, ampunan.

Allah SWT berfirman, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Di bulan Ramadhan banyak sekali peristiwa penting, di antaranya Nuzulul Qur’an yaitu peristiwa turunnya mukjijat Al-Qur’an dan Lailatul Qadar atau malam seribu bulan yang sangat dinanti oleh seluruh kaum muslimin dan mukminin di seluruh dunia.

Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185)

Asal Usul dan Pengertian Munggah

Di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat, menjelang puasa Ramadhan dikenal tradisi munggah atau munggahan. Berdasarkan referensi yang saya baca, kata munggah berasal dari unggah yaitu kata dalam bahasa Sunda yang berarti naik atau masuk.

Contoh kalimat positif : “Husni unggah ka masjid”, artinya “Husni masuk ke masjid”, atau kalimat perintah “Husni! gera unggah geus burit” artinya “Husni! cepat masuk (ke rumah) sudah sore.”

Unggah memiliki makna naik atau masuk ke derajat yang lebih tinggi, seperti dari luar ke dalam rumah.

Penganut agama Islam meyakini bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sehingga memasuki bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan derajat taqwanya.

Allah SWT, berfirman:

“Inna akramakum `indallahi atqakum (sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang paling bertakwa di antara kalian)” (QS. Al-Hujurat: 13).

Kesimpulan, pengertian munggah adalah memasuki bulan Ramadhan. Disebut munggah karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan. Selama sebulan penuh muslim yang beriman digodok lahir batin untuk meningkatkan ketaqwaannya sehingga di hari raya Idul Fitri dia kembali kepada fitrahnya, seperti bayi baru lahir tanpa noda dan dosa. Aamiin..

pengertian munggah dan tradisi menyambut ramadhan

Ilustrasi Tradisi Munggahan di Jawa Barat [view source]

Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan

Munggahan merupakan salah satu tradisi menyambut bulan suci Ramadhan. Praktiknya, munggahan diisi dengan:

1. Mudik (Pulang Kampung)

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, perantau biasanya pulang kampung atau mudik agar bisa berkumpul dan makan sahur pertama bersama keluarga. Namun volume arus mudik munggah tidak seperti arus mudik lebaran, dan kini sudah jarang perantau yang mudik untuk munggahan.

2. Keramas

Ketika saya masih kecil, saat radio masih jadi barang mewah dan televisi masih hitam putih serta listrik belum masuk desa (jadul banget), sehari menjelang 1 Ramadhan orang-orang ramai menabuh beduk.

Kalau sudah ramai suara beduk, itu pertanda bahwa besok hari pertama puasa. Orang tua pasti menyuruh anak-anaknya mandi.

“Sok gera kuramas da isuk jadi puasa”, begitulah kira-kira perintah orang tua jaman dulu.

Yang mereka maksud keramas adalah mandi besar, yaitu membersihkan diri dari ujung rambut sampai ujung kaki agar besih dari kotoran dan suci dari najis yang menempel di badan.

Namun belakangan terungkap, makna keramas yang sebenarnya adalah membersihkan hati dan saling memaafkan antara sanak keluarga, kerabat dan handai taulan agar ketika menjalankan ibadah puasa nanti, kita sudah dalam keadaan bersih dari dosa terhadap sesama manusia.

Jika saya salah, silakan luruskan.

Maka pada kesempatan ini, saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf kepada sobat pembaca di manapun berada atas tulisan-tulisan saya dalam blog ini (dan blog saya lainnya) yang menyinggung perasaan sobat semua.

Saya juga ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menghadapi semua godaan dan mampu menjalankan amalan-amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

3. Berkumpul dan makan bersama keluarga

Di beberapa daerah, tradisi menyambut Ramadhan dilakukan dengan cara berkumpul dan makan bersama keluarga. Kesempatan yang jarang ditemukan di hari-hari biasanya karena masing-masing sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.

Selain sekadar kumpul-kumpul, momen makan bersama ini bisa mempererat kembali hubungan keluarga yang sudah agak renggang sehingga terbina keluarga harmonis dan penuh kasih sayang.

Demikianlah asal-usul dan pengertian munggah serta tradisi menyambut  bulan Ramadhan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

*