Home / Bahasa Indonesia / Pengertian dan Bentuk-Bentuk Wawancara

Pengertian dan Bentuk-Bentuk Wawancara

Pengertian dan bentuk-bentuk wawancara, Dalam mengumpulkan informasi untuk bahan berita, seorang wartawan biasanya melakukan wawancara. Wawancara terbagi dua, ada yang berdasarkan permintaan wartawan (pewawancara), ada juga yang berdasaran keinginan narasumber (jumpa pers atau konferensi pers).

Dikutip dari wikipedia, dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi salah satu cara mendapatkan informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sumber berita. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan wartawan yang bersangkutan.

Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya dilaksanakan atas kehendak sumber berita.

Pengertian Wawancara

Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi. (wikipedia)

pengertian dan bentuk-bentuk wawancara
Wawancara, ilustrasi via bmkg.go.id

Bentuk wawancara

Menurut Drs. Joni Arman News & Cuurent Affair Production, bentuk wawancara dibagi berdasarkan isi, penyajian dan berdasarkan teknis.

Berikut ini bentuk-bentuk wawancara menurut Drs. Joni Arman News & Cuurent Affair Production:

Berdasarkan teknis, wawancara dibagi enam:

  1. Wawancara ekslusive, yaitu wawancara berdasarkan perjanjian atau kesepakatan bersama antara reporter dan narasumber.
  2. Wawancara spontan, yaitu wawancara berlangsung secara kebetulan , tanpa perjanjian atau kesepakatan antara reporter dan narasumber.
  3. Wawancara jalanan/ keliling, yaitu wawancara dengan berbagai narasumber secara terpisah, tentang suatu persoalan.
  4. Wawancara langsung yaitu wawancara yang langsung disiarkan pada saat itu juga.
  5. Wawancara konperensi pers, yaitu wawancara yang terjadi atas inisiatif narasumber untuk menjelaskan sebuah peristiwa atau persoalan tertentu.
  6. Wawancara jarak jauh , yaitu wawancara antara reporter di suatu tempat dengan narasumber berada di tempat lain.

Berdasarkan isi, wawancara dibagi empat:

  1. Wawancara informasi, yaitu wawancara untuk memperoleh data dan fakta atas sebuah peristiwa
  2. Wawancara opini, yaitu wawancara mengenai pendapat, penilaian, tanggapan dan sikap dari narasumber terhadap suatu persoalan.
  3. Wawancara pribadi, wawancara dengan focus perbincangan pada aspek pribadi si narasumber
  4. Wawancara Vox Pops, yaitu wawancara terhadap masyarakat (lebih dari satu orang) tentang suatu persoalan.

Berdasarkan penyajian, wawancara dibagi tiga:

  1. Wawancara aktualitas, yaitu petikan wawancara untuk mendukung penyajian sebuah berita aktual.
  2. Wawancara berita, yaitu wawancara dalam waktu singkat yang merupakan sebuah berita aktual.
  3. Wawancara program, yaitu wawancara dalam waktu yang panjang dan dalam perbincangan itu dapat dibahas secara tuntas permasalahan yang diangkat. Populer wawancara program ini disebut “Talk show”.

Baca juga: Cara Menulis Berita yang Baik dan Benar Sesuai Kaidah Jurnalistik

Sedangkan menurut wikipedia, bentuk-bentuk wawancara terbagi tujuh, yaitu:

  1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  4. Wawancara pribadi.
  5. Wawancara dengan banyak orang.
  6. Wawancara dadakan / mendesak.
  7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.

Jika diperhatikan secara seksama, bentuk-bentuk wawancara menurut Drs. Joni Arman News dan wikipedia memiliki kesamaan.

Wikipedia juga menyebutkan, sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan.

Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.

Saat melakukan wawancara, wartawan atau pewawancara harus menjaga sikap. Tidak boleh seenaknya, apalagi menyudutkan atau menghakimi nara sumber. Tugas pewawancara hanya mengumpulkan informasi dari narasumber.

Berikut ini sikap yang harus dimiliki wartawan saat wawancara.

Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:

  • Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
  • Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden.
  • Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
  • Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah

Itulah pengertian dan bentuk-bentuk wawancara menurut Drs. Joni Arman News dan Wikipedia, semoga bermanfaat.

About Husni Cahya Gumilar

Husni Cahya Gumilar

Blogger Garut, Jawa Barat. Lembur banjar karang pamidangan pituin ti Banjarwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *