Home / Traveling / Menengok Sosok Datuk Maringgih di Festival Siti Nurbaya 2016

Menengok Sosok Datuk Maringgih di Festival Siti Nurbaya 2016

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat mendengar nama Siti Nurbaya? Sudah pasti cinta tak sampai karena terhalang perjodohan, betul? Tidak salah lagi. Konon Siti Nurbaya adalah seorang uni Minang yang cinta sejatinya pada Syamsul Bahri terbawa mati karena ia dijodohkan dengan Datuk Maringgih.

Kisah cinta tak sampai Siti Nurbaya pada Syamsul Bahri sangat kental dengan nuansa budaya Padang dan menjadi cerita yang melegenda. Tidak hanya di Ranah Minang, melainkan sampai ke setiap penjuru di Indonesia. Kalau mau bukti, coba aja tanya orang-orang di sekeliling Anda “Tahu Siti Nurbaya?”, jawabannya pasti “Tahu dong, yang dijodohkan dengan Datuk Maringgih itu kan?”.

Kisah cinta uni Minang yang mendunia ini ditulis dalam novel “Sitti Nurbaya” oleh Marah Rusli, juga pernah ditayangkan dalam drama televisi dengan pemeran utamanya Novia Kolopaking, Gusti Randa dan HIM Damsyik.

Diceritakan cinta Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri terputus karena Siti Nurbaya dijodohkan dengan pria kaya bernama Datuk Maringgih demi melunasi utang orangtuanya. Siti Nurbaya meninggal di tangan suaminya, akhirnya Syamsul Bahri dan Datuk Maringgi bertarung sampai keduanya meninggal.

Saking melegendanya, perjalanan cinta tak sampai Siti Nurbaya terkenal hingga ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Legenda cinta Siti Nurbaya rupanya bukan sekadar cerita rakyat. Di Kota Padang, tepatnya di Gunung Padang atau Bukit Siti Nurbaya (700 mdpl) terdapat makam keramat yang dipercaya sebagai makamnya Siti Nurbaya. Bila penasaran, Anda boleh membuktikannya sendiri sambil traveling dan berburu kuliner khas Minang di Kota Padang, Sumatera Barat.

Baca juga: Dua Tempat Wisata Eksotis di Padang Dengan Kisah Cinta Paling Sedih

Sekarang saya mau tanya sama teman-teman yang masih jomblo, Anda mau dijodohkan? 😀 Ah saya tahu jawabannya, “Seperti zaman Siti Nurbaya aja, pake dijodoh-jodohin segala. Ini 2016 bro!” 😀

Hmmm.. Sebetulnya saya merasa aneh juga, di zaman yang katanya menolak perjodohan tapi ada stasiun televisi swasta ratingnya sempat naik gara-gara menyiarkan acara perjodohan, “Take Me Out”. Masih ingat? Ya sudah, lupakan.

Pada 7 Setember 2016 lalu, warga Padang dikejutkan oleh kehadiran sosok Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya. Kok bisa? Bukankah mereka sudah tiada?

Tunggu, jangan berpikir mistis dulu kawan! sosok Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya yang menjumpai warga kota Padang bukanlah sosok asli, melainkan sosok penggambaran dalam acara Festival Siti Nurbaya 2016.

festival-siti-nurbaya-2016-datuk-maringgih-dan-siti-nurbaya
Gambaran sosok Datuk Maringgi dan Siti Nurbaya dalam Festival Siti Nurbaya 2016 di Kota Padang, Sumatera Barat via www.serambiminang.com

Pemeran Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya diarak warga Kecamatan Kuranji dalam karnaval saat Festival Siti Nurbaya 216 di Monumen Merpati Perdamaian, Pantai Muara Lasak, Padang, Sumatera Barat. Kuranji berhasil memadukan seni budaya Minangkabau dengan seni kontemporer sehingga Festival Siti Nurbaya kali ini jadi tambah meriah.

festival-siti-nurbaya-2016-datuk-maringgih-dan-syamsul-bahri
Datuk Maringgih vs Syamsul Bahri FSN 2016 via IG @zommymusamra

Festival Siti Nurbaya adalah ikon event budaya Padang yang digelar setiap tahun sejak tahun 2011. Perhelatan akbar ini sangat menghibur warga Kota Padang, setiap tahun FSN selalu menghadirkan kejutan-kejutan baru yang ciamik serta mampu membuat penonton makin cinta akan seni dan budaya negeri sendiri. Tenang, bukan budaya perjodohan lho! 😀

Hebatnya lagi, Festival Siti Nurbaya 2016 mampu menyedot perhatian wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Kota Padang. Tak hanya datang, mereka pun tak mau ketinggalan ikut serta memeriahkan FSN 2016.

Dilansir laman kemendagri.go.id, Festival Siti Nurbaya 2016 sebagai ikon event budaya Padang lebih memprioritaskan potensi komunitas pemuda dengan tujuan untuk memunculkan bibit baru di daerah tersebut. Tidak mengherankan bila mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga organisasi pemuda ikut terlibat dalam rangkaian acara Festival Siti Nurbaya 2016.

Walikota Padang, Mahyeldi A. via festivalsitinurbaya.com
Walikota Padang, Mahyeldi A. via festivalsitinurbaya.com

Festival Siti Nurbaya 2016 berlangsung selama 4 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 7 sampai 10 September 2016. FSN 2016 dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di depan Tugu Perdamaian, Muaro Lasak, Padang.

Rangkaian Acara Festival Siti Nurbaya 2016

FSN 2016 memang lebih unik dan menarik, festival budaya Padang kali ini menampilkan sejumlah perlombaan mulai dari adu ketangkasan hingga lomba di media sosial.

Berikut adalah rangkaian acara Festival Siti Nurbaya 2016 yang sudah membuat Indonesia Bangga dan bikin dunia tercengang.

Pembukaan dilaksanakan pada 7 September 2016. Kegiatan dipusatkan di depan Tugu Perdamaian, Muara Lasak. Acara pembukaan ini dimeriahkan oleh karnaval Siti Nurbaya dan Perahu Nias yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat Ranah Minang. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah rombongan dari Kuranji yang menghadirkan sosok legendaris, Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya. Acara FSN 2016 dilanjutkan dengan Gathering Komunitas Kota Padang mulai tanggal 7 sampai 10 September 2016.

festival-siti-nurbaya-2016-meriah
Kemeriahan Festival Siti Nurbaya 2016, wisatawan mancanegara pun tak mau ketinggalan via twitter.com @bayuamuk

FSN 2016 juga dimeriahkan oleh berbagai jenis lomba yang dilaksanakan dari tanggal 8 – 9 September 2016. Lomba-lomba tersebut antara lain:

  • Lomba membuat teh talua;
  • Lomba maelo pukek (menarik jala);
  • Selaju sampan (balap dayung sampan);
  • Panjat pinang yang suka dilombakan di seluruh Indonesia saat perayaan HUT Kemerdekaan RI;
  • Lomba fotografi;
  • Lomba malamang tingkat SMA;
  • Lomba permainan anak nagari seperti lomba enggrang, lomba sepak rago dan tarompah tampuruang;
  • Lomba manggiliang lado; dan
  • Lomba vokal grup lagu Minang tingkat SMP.

Selain lomba-lomba di atas, Festival Siti Nurbaya 2016 juga menggelar lomba di media sosial, seperti:

  • Lomba Foto Instagram;
  • Lomba video Instagram;
  • Lomba Twitter;
  • Lomba Facebook;
  • Lomba Blog;
  • Lomba Campaign Whatsapp; dan
  • Lomba Campaign BBM.

Semua jenis lomba FSN 2016 sudah ditutup tanggal 10 September 2016. Kecuali satu lomba, yaitu lomba blog. Pendaftaran lomba blog dibuka mulai 10 Agustus hingga 17 September 2016.

festival-siti-nurbaya-2016-nonton-bareng-film-anak-nagari
Nonton Bareng Film Anak Nagari “Salisiah Adaik” via Twitter.com #FestivalSitiNurbaya

Rangkaian acara Festival Siti Nurbaya 2016 yang super duper keren ini juga dimeriahkan oleh acara nonton bareng film anak nagari “Salisiah Adaik” dan ditutup dengan pentas seni di Taman Muaro Lasak pada 10 September 2016 lalu.

Hmm.. sayang sekali, acaranya sudah lewat. Jadi enggak bisa nonton deh.

Sabar kawan, jangan kecewa dulu. Anda masih bisa melihat langsung gambaran sosok Datuk Maringgih dan Siti Nurbaya dalam karnaval budaya Padang tahun depan.

Ingat, jangan sampai menyesal dua kali. Festival Siti Nurbaya 2017 Anda harus datang ke Ranah Minang!

About Husni Cahya Gumilar

Husni Cahya Gumilar

Blogger Garut, Jawa Barat. Lembur banjar karang pamidangan pituin ti Banjarwangi.

2 comments

  1. muhammad habibi

    sayang ya, ternyata acaranya sudah berakhir. semoga tahun depan ada lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *