Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Kabar Edukasi / Mendikbud Pastikan Program Sertifikasi Guru 2016 Tidak Dihapus

Mendikbud Pastikan Program Sertifikasi Guru 2016 Tidak Dihapus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan program sertifikasi guru tahun 2016 dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak akan di hapus. Menurutnya, program sertifikasi guru dan TPG merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan.

Tunjangan profesi guru tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Mendikbud Pastikan Program Sertifikasi Guru 2016 Tidak Dihapus
Muhadjir Effendy [source image]
“Sudah jelas diamanatkan dalam undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut (TPG dan Sertifikasi Guru—Red). Amanat ini harus kita laksanakan,” kata Muhadjir dalam keterangan persnya, dikutip Republika, Selasa (2/8).

Muhadjir menambahkan, kedua peraturan tersebut mengamanatkan tunjangan profesi guru diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan dan telah tersertifikasi.

Masih dilansir dari Republika, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran tunjangan profesi guru pada 2016 baik untuk guru PNS maupun non PNS.

“Pemilik sertifikat pendidik yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berhak memperoleh tunjangan profesi setara dengan gaji pokok,” tegas Pranata.

*****

Sumber: Republika.co.id

Penjelasan Mendikbud dan Dirjen GTK di atas menepis berita hoax yang belum lama beredar secara viral di kalangan pendidik dan tenaga pendidik. Banyak blog berita pendidikan yang menyebarkan berita bahwa program sertifikasi guru akan dihapus mulai Agustus 2016 dan akan diganti dengan program resonansi finansial.

Berita hoax tentang penghapusan program sertifikasi guru dan TPG ini jelas merugikan karena dapat mempengaruhi kinerja guru, terutama guru honorer yang belum mengikuti program sertifikasi. Selain itu, berita tersebut (penghapusan program seritifikasi guru) dapat memicu terjadinya protes besar-besaran dari kalangan pendidik.

Dengan adanya berita hoax tersebut, juga dapat menjadi pelajaran berharga bagi pendidik dan tenaga kependidikan agar tidak mudah percaya dengan berita yang beredar di media sosial. Terlebih apabila sumber dan kebenaran beritanya belum jelas. Sebaiknya cross check langsung ke media yang menjadi sumber berita.

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*