Jaminan Hari Tua yang Istimewa untuk Guru Honorer

Jika mendengar kata guru honorer, maka yang terlintas di pikiran kita adalah profesi dengan gaji paling kecil. Anggapan tersebut ada benarnya, saya sendiri seorang guru honorer di sekolah swasta di Garut, paham betul bagaimana kondisi guru honorer di lapangan saat ini. Itulah kenyataan, konsekuensi dari sebuah pilihan hidup menjadi guru honorer. Bukan untuk dikeluhkan, namun dijalani dengan ikhlas.

Menjadi guru adalah panggilan jiwa untuk mengamalkan sedikit ilmu yang saya miliki. Sekolah bukanlah tempat yang tepat untuk mengumpulkan harta, tetapi tempat suci di mana transfer ilmu pengetahuan, keahlian dan budi pekerti terus berlangsung di situ.

Seringkali diskusi dengan teman-teman guru honorer, meskipun kebutuhan hidup mendesak, namun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, yang dipikirkan hanyalah bagaimana caranya agar peserta didik memahami pelajaran dengan baik.

Jaminan Hari Tua untuk Guru Honorer

Dokumentasi pribadi

Hidup harus realistis. Penghasilan minim, bagaimana guru honorer bisa menghidupi keluarganya?

Saya sendiri kadang merasa heran, banyak guru honorer yang mampu beli motor dan bangun rumah, sementara penghasilannya bisa dibilang pas-pasan. Kalau menggunakan rumus matematika jelas tidak masuk akal. Mungkin inilah yang disebut dengan berkah. Jadi berbahagialah teman-teman yang berani mengabdikan diri jadi guru honorer.

Bagaimana dengan saya?

Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, sudah dua tahun terakhir ini saya nyambi jadi blogger (Google AdSense publisher). Saya membangun beberapa blog dengan niche yang berbeda. Blog pribadi ini salah satunya.

Alasan saya nyambi jadi blogger karena ngeblog bisa dilakukan kapan saja. Tidak butuh modal besar dan keahlian khusus. Yang diperlukan hanya perangkat komputer, jaringan internet dan kemauan menulis.

Selain itu, semakin bertambahnya umur dan konten berkualitas, maka blog bisa menghasilakn pasive income yang terus bertambah.

Jaminan Hari Tua untuk Guru Honorer Blog

Dokumentasi pribadi

Harapan saya, blog-blog yang saya bangun bisa tetap online sampai hari tua dan sukses seperti detikcom sehingga saya dan keluarga bisa hidup bahagia di hari tua meski sudah tidak bekerja lagi.

Berbicara tentang hari tua, kita pasti ingin melewatinya dengan penuh kebahagiaan. Ingin hidup sehat, bisa menimang cucu dan tidak menjadi beban hidup bagi anak-anak. Kebahagiaan adalah pilihan sadar, kita bisa memilihnya atau tidak.

Bahagia di hari tua

Dokumentasi pribadi

Persiapan menghadapi usia pensiun

Kita tahu bahwa guru honorer tidak mendapat pesangon atau jaminan pensiun layaknya PNS. Oleh sebab itu, selagi masih muda dan kuat bekerja kita harus pandai mengatur dan merencanakan keuangan agar tibanya masa pensiun nanti kita tidak perlu bekerja keras untuk menutupi kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Jaminan Hari Tua untuk Guru Honorer

Dokumentasi pribadi

Saya selalu terngiang pepatah orang tua, “yang terpenting itu bukan berapa penghasilan kamu, tetapi berapa pengeluaran kamu.” Artinya, kita harus mengatur pengeluaran. Belanja sesuai prioritas kebutuhan, bukan berdasarkan kemauan. Tabungkan sebagian penghasilan untuk persiapan masa tua.

Walau pun kita tidak pernah tahu apakah akan hidup sampai tua atau tidak, tetapi kita tetap harus merencanakannya dari sekarang. Dalam agama Islam kita dianjurkan untuk sungguh-sungguh beribadah seolah-olah akan meninggal besok dan giat bekerja seperti akan hidup selamanya.

Program jaminan hari tua untuk guru honorer

Meskipun sampai detik ini belum ada kabar baik mengenai pengangkatan guru honorer menjadi CPNS. Namun kita harus tetap optimis menghadapi masa tua yang bahagia, karena ada kabar baik datang dari BPJS Ketenagakerjaan.

Program jaminan hari tua untuk guru honorer

Sumber: www.bpjsketenagakerjaan.go.id

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan yang bertugas melindungi seluruh pekerja di Indonesia baik Pekerja Penerima Upah (PU) maupun Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), kini hadir untuk memberikan perlindungan kepada guru dan dosen.

Guru honorer berkesempatan memperoleh Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, guru swasta atau honorer dapat menerima persamaan hak dengan pegawai negeri sipil (PNS).

Manfaat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk guru honorer

Manfaat program pelindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada guru honorer, antara lain:

  • Mendapat jaminan kematian (JKM) yang akan diberikan kepada ahli waris guru honorer.
  • Mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) jika mendapat musibah kecelakaan. Biaya pengobatan akan ditanggung BPJS-TK hingga sembuh sehingga keluarga atau ahli waris guru honorer tidak akan terbebani.
  • Mendapat manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) jika guru honorer sudah tidak bekerja lagi.
Jaminan hari tua untuk guru honorer bpjs

Sumber: www.bpjsketenagakerjaan.go.id

Berdasarkan informasi dari laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, manfaat Jaminan Hari Tua adalah berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.

Uang tersebut akan dibayarkan secara sekaligus apabila guru honorer peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, mengalami cacat total tetap, telah mencapai usia pensiun yaitu 56 tahun atau peserta telah berhenti bekerja.

Meskipun belum mencapai usia 56 tahun, peserta bisa mengambil manfaat Jaminan Hari Tua sekali selama kepesertaan dengan ketentuan maksimal 10% dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun atau maksimal 30% dari total saldo untuk uang perumahan jika kepesertaan sudah mencapai 10 tahun.

Iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan untuk guru honorer

Untuk menikmati manfaat program perlindungan sosial tersebut, guru honorer harus membayar iuran bulanan yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp. 36.800 setiap bulan. Masing-masing untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja Rp. 10.000, Jaminan Kematian Rp. 6.800 dan Jaminan Hari Tua Rp. 20.000.

Menyimak banyaknya manfaat perlindungan sosial terutama program Jaminan Hari Tua yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka tak ada alasan lagi bagi guru honorer melewatkan program tersebut.

Saya sendiri merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya program perlindungan untuk guru honorer dari BPJS Ketenagakerjaan. Sekarang mengajar lebih tenang dan semangat karena BPJS Ketenagakerjaan telah menumbuhkan harapan guru honorer untuk hidup bahagia di hari tua.

Teman-teman guru honorer, ayo bergabung bersama BPJS Ketenagakerjaan sekarang juga agar kita memperoleh berbagai macam manfaat istimewa dari program jaminan hari tua.

Discussion

  1. kakbayu

Leave a Reply

*