Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Kabar Edukasi / Guru yang Siswanya Kurang Dari 120 Tidak Dapat Menerima TPG Adalah Berita HOAX, Ini Buktinya!

Guru yang Siswanya Kurang Dari 120 Tidak Dapat Menerima TPG Adalah Berita HOAX, Ini Buktinya!

Beredar berita hoax di media sosial yang menyebutkan guru yang siswanya kurang dari 120 tidak dapat menerima TPG atau guru yang siswanya kurang dari 120 tidak mendapat tunjangan Sertifikasi.

Berita hoax tersebut dipublish pada 7 Agustus 2016 oleh beberapa blog yang ‘berlabel’ pendidikan dan menjadi viral di facebook. Salah satu judul berita menulis “PERMENDIKBUD NO 17 TAHUN 2016 TELAH TERBIT, GURU YANG SISWANYA KURANG DARI 120 TIDAK DAPAT MENERIMA TPG.”

Kalau melihat etika penulisan judul berita di media online, cara penulisan judul tersebut jelas ‘tidak sopan’, karena menggunakan caps lock. Silakan cari sendiri di Google tentang etika penulisan huruf kapital.

Oke, kita lupakan etika penulisan judulnya. Kita coba buka isi beritanya, benar atau tidak?

Ada banyak kejanggalan yang saya temukan dalam berita tersebut. Di salah satu situs pembawa berita ditulis:

Ratusan guru di Metro terancam tidak menerima tunjangan sertifikasi. Hal itu menyusul penerbitan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2016.

Peraturan baru tersebut memuat petunjuk teknis penyaluran tunjangan profesi, dan tambahan penghasilan bagi guru pegawai negeri sipil (PNS). Disebutkan dalam aturan itu, guru di sekolah yang memiliki kurang dari 120 siswa, tidak mendapat tunjangan sertifikasi.

Ketua Dewan Pendidikan Metro, Nasriyanto Effendi mengatakan, Permen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2016 mulai diberlakukan Juli. PP itu menggantikan PP Nomor 74 Tahun 2008. Pada PP sebelumnya itu, guru di sekolah yang memiliki kurang dari 120 siswa, masih mendapat tunjangan sertifikasi.

“Kekhawatiran itu kemarin disampaikan para guru SD di Metro Selatan ke Dewan Pendidikan. Itu sekitar 73 guru SD yang pada sertifikasi triwulan I dan II mereka terima, tapi karena peraturan ini mereka terancam tidak menerima,” imbuhnya, Minggu (7/8/2016).

Bukti bahwa berita tersebut hoax adalah sebagai berikut:

  1. Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016 ditetapkan pada 17 April 2016 oleh Mendikbud Anies Baswedan dan diundangkan pada 3 Mei 2016. Sementara dalam berita bohong itu ditulis, Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016 mulai diberlakukan Juli. Dan jika Permendikbud itu dianggap mengganjal sertifikasi guru kenapa Dewan Pendidikan Kota Metro baru ngomong pada 7 Agustus 2016?
  2. Dari salinan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016, tak ada satu ayat pun yang menulis “guru yang siswanya kurang dari 120 tidak dapat menerima TPG atau tunjangan Sertifikasi”. Silakan download dan baca dengan seksama salinan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016, di sini.
  3. Salah satu pembawa berita menuliskan berita bersumber dari tribunnews.com. Namun setelah dicek langsung ke laman tribunnews.com dan dicari keyword “Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016” atau “guru yang siswanya kurang dari 120 tidak dapat menerima tunjangan sertifikasi”, ternyata tak ada satu pun berita yang relevan.
Guru yang Siswanya Kurang Dari 120 Tidak Dapat Menerima TPG adalah HOAX
Hasil pencarian berita di Tribunnews.com

Setidaknya 3 point tersebut bisa membuktikan bahwa berita guru yang siswanya kurang dari 120 tidak dapat menerima tunjangan Sertifikasi adalah tidak benar atau HOAX.

Sebelumnya juga sempat beredar berita Mendikbud baru akan menghapus program Sertifikasi Guru. Berita tersebut menyebar secara viral di media sosial yang telah dishare oleh ribuan akun facebook.

Baca juga: Mendikbud Pastikan Program Sertifikasi Guru Tahun 2016 Tidak Dihapus

Memang saat ini banyak berita yang beredar di Facebook, namun kita tidak boleh cepat mengambil kesimpulan. Jangan hanya baca judulnya saja, sebaiknya simak dulu isinya baik-baik kemudian cek and ricek kebenarannya. Jangan sampai belum membaca isinya kita sudah langsung membagikan (share) ke facebook.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*