Home / Teknologi / Foto dan Status Facebook yang Termasuk Riya, Baca Kalau Berani!!!

Foto dan Status Facebook yang Termasuk Riya, Baca Kalau Berani!!!

Foto dan status Facebook yang termasuk riya – Facebook adalah adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004. Kantor pusatnya berada di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes yang merupakan teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvad.

Pengguna yang sudah terdaftar dapat membuat profil pribadi, menambahkan teman, membuat postingan (status), bertukar pesan (inbox), termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya.

Pengguna facebook di Indonesia tidak hanya dari kalangan terpelajar atau masyarakat perkotaan, namun penggunanya merambah ke pelosok-pelosok. Tidak sedikit ibu rumah tangga dan anak-anak dibawah umur 13 tahun telah memiliki akun facebook.

Saking tergila-gilanya, pengguna sering memposting kegiatan apapun ke dalam facebook,  bahkan tidak jarang mengupload dokumentasi yang termasuk ke dalam privasi area pribadi, bahkan hal-hal sepele yang sangat tidak pentingpun ditulis di facebook.

Foto dan Status Facebook yang Termasuk Riya, Baca Kalau Berani

Bagi sebagian orang, facebook sudah dianggap sebagai bagian dari hidupnya. Bagi sebagian lagi, facebook dimanfaatkan untuk melacak teman yang sudah lama tidak berjumpa, berbisnis atau menanamkan ideologi tertentu bagi pengguna yang pendiriannya labil.

Mau upload foto atau status apapun di akun facebook memang urusan saya, karena hal itu dianggap sebagai privasi masing-masing. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit pengguna facebook yang harus berhadapan dengan hukum gara-gara upload foto atau menulis status di facebook.

Meskipun keanggotaan facebook ini gratis dan bebas upload foto atau menulis status apapun, namun alangkah baiknya jika kita tetap memperhatikan norma-norma agama, etika dan sopan santun.

Tanpa bermaksud menyinggung siapapun, banyak pengguna facebook (termasuk saya) mengupload foto atau menulis postingan untuk sekedar mencari sensasi, perhatian atau mendapat pujian, supaya orang-orang yang melihat foto atau membaca tulisan kita berdecak kagum terhadap diri kita.

Bahkan kita tidak menyadari, kita sering menunjukkan kesalehan dan ketaatan di facebook. Bukankah ini perbuatan riya? Secara tidak sengaja kita telah terjebak untuk berbuat riya, sombong dan takabur di media sosial.

Postingan apa saja yang termasuk perbuatan riya?

Sebelum lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa itu riya.

Menurut bahasa, riya berarti menampakkan atau memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Sedangkan pengertian riya menurut istilah adalah melakukan ibadah dengan niat supaya ingin dipuji manusia, dan tidak berniat beribadah kepada Allah SWT.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Kitab-Nya Fathul Baari berkata :
“Riya’ ialah menampakkan ibadah dengan maksud dan tujuan dilihat manusia. Lalu mereka memuji pelaku amalan itu”.

Sedangkan menurut Imam Al-Ghazali, riya’ adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.

Dan Imam Habib Abdullah Haddad berpendapat bahwa Riya’ ialah menuntut kedudukan atau meminta dihormati dari pada orang ramai dengan amalan yang ditujukan untuk akhirat.

Hindari poin 1 sampai 3 di bawah ini saat mengupload foto dan menulis status di facebook, agar kita tidak termasuk 5 kategori riya menurut Imam Al-Ghazali.

  1. Riya dalam masalah agama dengan penampilan jasmani. Misalnya, memperlihatkan badan yang kurus dan pucat agar disangka banyak melakukan ibadah puasa dan ibadah shalat tahajud.
  2. Riya dalam penampilan tubuh dan pakaian. Misalnya memakai baju koko agar disangka shaleh atau memperlihatkan tanda hitam di dahi agar disangka rajin dalam melakukan ibadah sholat.
  3. Riya dalam perkataan. Misalnya orang yang selalu bicara tentang keagamaan agar disangka ahli agama.
  4. Riya dalam perbuatan. Misalnya orang yang sengaja memperbanyak ibadah shalat sunnah di hadapan orang banyak agar disangka orang sholeh. Atau seseorang yang pergi naik haji/umroh untuk memperbaiki citranya di depan masyarakat.
  5. Riya dalam persahabatan. Misalnya orang yang sengaja mengikuti ustadz ke manapun beliau (ustadz) itu pergi agar ia disangka termasuk orang alim.

Jangan biarkan pahala ibadah-ibadah yang susah payah kita kumpulkan hilang begitu saja dan berbuah keburukkan karena dipamerkan di facebook atau media sosial.

Demikianlah, semoga artikel ini bermanfaat.

Dikutip dari berbagai sumber.

About Husni Cahya Gumilar

Husni Cahya Gumilar

Blogger Garut, Jawa Barat. Lembur banjar karang pamidangan pituin ti Banjarwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *