Home / Lifestyle / Dongeng, Hiburan Rakyat yang Fenomenal di Tahun 90-an

Dongeng, Hiburan Rakyat yang Fenomenal di Tahun 90-an

Pada tahun 90-an, dongeng merupakan hiburan rakyat yang paling fenomenal. Saat itu televisi memang sudah ada, namun masih hitam putih. Statisun TV yang ada juga baru TVRI, belum banyak stasiun TV swasta seperti sekarang ini.

Bahkan bagi penduduk yang tinggal di pedesaan seperti saya, untuk nonton TVRI pun masih harus numpang ke rumah tetangga. Maklum, yang punya televisi masih jarang dan masih dianggap barang mewah.

Pada tahun 1990-an, radio menjadi satu-satunya hiburan rakyat yang sangat favorit. Acara radio yang paling banyak digemari pendengar salah satunya adalah dongeng. Penggemar dongeng radio tidak hanya dari kalangan orang tua, remaja dan anak-anak pun sangat menyukainya.

Sang pendongeng yang paling terkenal saat itu adalah Wa Kepoh dan Mang Jaya. Wa Kepoh sangat terkenal dengan dongengnya yang berjudul “Si Rawing” dan “Doni Ajo”.

Dongeng Si Rawing garapan Wa Kepoh mengisahkan seorang pendekar yang sangat sakti dan pemberani. Si Rawing memiliki ciri khas tangannya hitam karena diperintahkan oleh gurunya untuk mengubur tangannya di dalam pasir.

https://www.youtube.com/watch?v=mwhNdJLfQ6Y

Mendengarkan dongeng mengingatkan kita kepada masa kecil yang bahagia. Banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari kisah-kisah para jawara sejati yang selalu membela orang lemah dan menegakkan kebenaran.

Lain halnya dengan hiburan masa kini, seperti sinetron di televisi. Banyak memberi pengaruh negatif terutama bagi anak-anak dan remaja, mulai dari gaya hidup, cara bergaul dan cara berkomunikasi dengan orang tua, jauh dari etika dan tata krama.

Selain diputar di radio-radio, dongeng juga biasanya menjadi pengiring tidur. Ayah atau Ibu biasanya menceritakan cerita-cerita dongeng kepada anaknya sebelum tidur. Dongeng sebelum tidur yang paling fenomenal adalah kisah “Sakadang Kuya dan Sakadang Monyet”.

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *