Home / Ilmu Sipil / Cara Menghitung Kubikasi Pasir Pasang, Pasir Urug dan Batu Belah

Cara Menghitung Kubikasi Pasir Pasang, Pasir Urug dan Batu Belah

Cara Menghitung Kubikasi Pasir Pasang, Pasir Urug dan Batu Belah – Bahan material ini menjadi bahan utama dalam pembuatan rumah, gedung, dan rabat beton. Satuan volumenya dinyatakan dalam meter kubik (m3).

Untuk menghasilkan kualitas bangunan yang baik, dibutuhkan campuran bahan material yang proporsional dan sesuai standar SNI.

Cara menghitung volume pasir pasang, pasir urug, batu belah dan batu split untuk cor pada dasarnya sama dengan cara menghitung kubikasi kayu balok. Barang-barang ini termasuk benda padat yang memiliki tiga dimensi, yaitu panjang, lebar dan tinggi.

Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kubikasi pasir dan batu sama dengan rumus matematika untuk menghitung volume kubus atau balok, yaitu panjang x lebar x tinggi (P x L x T).

cara menghitung kubikasi pasir dan batu
Cara menghitung kubikasi pasir dan batu

Bahan-bahan material ini biasanya dibeli dari toko material dan diantar ke tempat pembeli menggunakan truk atau mobil bak terbuka. Cara mudah menghitung volumenya adalah mengukur panjang dan lebar bak truk, lalu ukur ketinggian pasir atau batu.

Untuk mengukur ketinggian pasir bisa menggunakan besi 6, 8 atau 10 ichi, kemudian hasilnya diukur menggunakan meteran. Sedangkan mengukur batu belah dan split tidak mungkin diukur dengan besi seperti halnya mengukur pasir, karena batu lebih padat.

Cara mengukur volume batu dalam bak truk adalah ukur berapa tinggi bak truk yang tidak terisi batu, lalu setelah batu/split tersebut diturunkan, ukur lagi total tinggi bak truknya kemudian kurangi dengan hasil pengukuran awal.

Contoh:

Sebuah truk bermuatan batu split ukuran 2×3 cm. Berapa kubikasi batu split tersebut?

Jawab:

Langkah pertama adalah ukur dulu bagian dalam panjang bak truk, lebar bak truk dan tinggi ruang kosong yang tidak terisi batu split.

Misalnya, setelah diukur diperoleh hasil panjang bak truk 3 m, lebar 2 m dan tinggi bak yang tidak terisi batu 90 cm. Setelah batu tersebut diturunkan, diukur lagi tingginya 1,9 m. Maka kubikasi batu dalam truk tersebut adalah:

= P x L x T

= 3 m x 2 m x (1.9 m – 0.9 m)

= 6 m3

Jadi volume batu tersebut adalah 6 m3.

Kalau mengukur kubikasi pasir dan batu di darat, rumusnya sama cuma tekniknya agak berbeda. Untuk 1 m3 pasir urug atau pasir pasang, bisa menggunakan alat bantu berupa dolak atau kotak kayu berukuran P=1 m, L=1 m,  dan T= 1 m.

Sedangkan mengukur kubikasi batu di atas tanah atau di pinggir kali, tidak perlu menggunakan alat bantu berupa kotak kayu seperti mengukur pasir. Kita tinggal menumpuk batu tersebut berbentuk persegi. Lalu kalikan panjang, lebar dan tingginya.

Demikianlah cara menghitung kubikasi pasir dan batu, semoga bermanfaat.

About Husni Cahya Gumilar

Husni Cahya Gumilar

Blogger Garut, Jawa Barat. Lembur banjar karang pamidangan pituin ti Banjarwangi.

3 comments

  1. di kilo mun di cisadapmah lur… hehehe

  2. cara mengitung volume pasir awal dengan vollume pasir tercuci gimana iya atau faktor koreksi berap perseng yg hilang? mohon bantuannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *