Budaya Menabung Sejak Dini

Sejak kecil, saya sudah belajar untuk menabung. Tapi, saya tidak tahu kenapa saya menabung. Saya hanya mengisi kotak tabungan bentuk ayam dan robot yang diberikan dari orangtua saya. Saya masih ingat celengan saya selalu penuh dengan uang recehan hasil tabungan saya.

Pernah suatu hari karena saya ingin jajan sampai saya mengambil uang celengan saya itu dengan cara merogoh-rogoh lubang lonjong celengan tersebut sampai uang recehannya keluar. Senang sekali rasanya! #JanganDitiruYa! 😀

Sampai sekarang saya dewasa, berumur 20 tahun, saya suka eman, sayang kalau sesekali mengeluarkan uang cuma buat jajan. Tapi jangan dikira saya pelit ya 😀 Saya sadar ketika membeli banyak barang-barang keinginan (bukan barang kebutuhan) pasti ujung-ujungnya menyesal. Jadi saya juga selalu hati-hati kalau berada di toko, pasar atau tempat perbelanjaan.

Menabung sejak dini

Menabung sejak dini sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak yang mungkin sudah dibawakan dan dikenalkan dengan uang.Itu akan membentuk pribadi mereka nantinya ketika dewasa bagaimana disiplin dalam mengatur keuangan. Mereka akan paham bagaimana membelanjakan uang mereka. Mereka akan mengerti kebutuhan mereka dan memaklumi keinginan mereka.

Untuk awal, kita bisa mengajari mereka menabung di celengan. Selanjutnya kita bisa mengenalkan mereka menabung di bank, deposito, saham, reksadana atau yang lainnya. Pengetahuan tentang finansial sangat bermanfaat bahkan diwajibkan supaya generasi kita nantinya mempunyai mental ekonomi yang baik.

Jangan ajari anak kita ngirit ! Mereka akan menjadi orang pelit nantinya. Jangan manjakan anak kita dengan membelikan apapun yang mereka mau atau membiarkan mereka membelanjakan uang jajan mereka sampai habis! Itu akan menjadikan mereka Kaum Konsumtif nantinya.

Ajarkan mereka hal yang benar! Bukan hal baik tapi salah, apalagi hal yang salah.. sudah barang tentu mereka akan rusak nantinya. Salam Menabung!

Discussion

  1. bang nasti

Leave a Reply

*