Home / Islami / Benarkah Panggilan Abi dan Ummi pada pasangan diharamkan?

Benarkah Panggilan Abi dan Ummi pada pasangan diharamkan?

Benarkah Panggilan Abi dan Ummi pada pasangan diharamkan?­­ – Ada banyak pasangan baik yang sudah menikah atau masih pacaran yang memanggil pasangannya abi-ummi. Bolehkan memanggil pasanganmu abi-ummi?

Islam menganjurkan untuk memanggil pasangan dengan lembuh, penuh hormat dan kasih sayang. Nabi Muhammad saw sendiri memanggil istrinya dengan panggilan sayang (humairaa).

Panggilan yang penuh hormat dan kasih sayang dapat memberi rasa senang pada pasangan dan perasaan cinta kasih menjadi semakin utuh dan melekat.

Jenis panggilan sayang pada pasangan yang sering digunakan oleh pasangan suami istri di Indonesia diantaranya sayang, honey, hubby, cinta. Selain panggilan tersebut, ada juga pasangan suami istri yang menggunakan panggilan abi dan umi.

panggilan abi dan umi pada pasangan

Panggilan abi dan umi ini biasanya digunakan oleh pasangan muslim di Indonesia. Namun tahukan Anda bahwa memanggil pasangan dengan abi dan ummi bisa diharamkan? Mungkin Anda tidak percara atau merasa heran, panggilan abi dan ummi bisa berakibat fatal.

Dalam kitab Ar-Raudhatul Murbi’ Syarah Zadul Mustaqni’ juz 3/195, disana menjelaskan tentang bab memanggil pasangan “Dan dibenci memanggil salah satu di antara pasutri dengan panggilan khusus yang ada hubungannya dengan mahram, seperti istri memanggil suaminya dengan panggilan ‘Abi’ (ayahku) dan suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku).” (Islampos).

Apakah Anda sudah terlanjur memanggil pasangan dengan panggilan abi-ummi?

Meskipun belum ada dalil yang tegas melarang panggilan abi dan ummi pada pasangan, sebaiknya kita menghindarinya karena khawatir memanggil pasangan dengan panggilan yang tidak sepantasnya.

Berdasarkan hadits tentang tata cara memanggil kepada pasangan yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sadarnya dari Abu Tamimah Al-Juhaimi dijelaskan “Ada seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, ‘Wahai Ukhti!’ Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Apakah istrimu itu saudarimu?’ Lalu beliau membencinya dan melarangnya.” (HR. Abu Daud: 1889). Memang hadits ini disebut sebagai hadits “dhaif”. Karena sanadnya ada yang putus.

Demikian informasi yang bisa saya share di sini. Jika artikel tentang memanggil pasangan dengan panggilan abi dan ummi ini berguna, silakan bagikan pada teman Anda. Terima kasih.

About Husni Cahya Gumilar

Husni Cahya Gumilar

Blogger Garut, Jawa Barat. Lembur banjar karang pamidangan pituin ti Banjarwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *