Home / Opini / 5 Alasan Anda Harus Bangga Jadi Orang Desa

5 Alasan Anda Harus Bangga Jadi Orang Desa

5 Alasan Anda Harus Bangga Jadi Orang Desa – Tidak sedikit orang desa yang pergi merantau ke kota (urban) dengan tujuan untuk mencari penghidupan yang lebih baik demi menafkahi keluarga di desa. Mereka rela berpisah sementara dengan anak istri demi kebahagiaan di hari esok.

Tentunya tidak salah, karena Tuhan menurunkan rejeki yang tidak terhingga ke seluruh penjuru bumi. Namun meskipun mereka bekerja di kota, ternyata mereka tidak begitu saja melupakan kampung halamannya. Buktinya dalam kurun waktu tertentu mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu sanak famili di desa, atau pada momen-momen tertentu seperti jika ada acara keluarga, munggahan, hari raya atau acara pengajian rutin.

Di samping warga yang memilih urban, dengan ragam alasan banyak pula orang desa yang memilih tinggal dan bekerja di desa. Entah menganut paham “makan nggak makan asal kumpul” atau terinspirasi ungkapan FTV “jika orang-orang hebat hijrah ke kota, siapa yang akan membangun desa?”.

Bangga menjadi orang desa

Terlepas dari itu semua, setidaknya ada 5 alasan Anda harus bangga menjadi orang desa. Cekidot!

5 Alasan Anda Harus Bangga Jadi Orang Desa

#1. Kekeluargaan dan Jiwa Gotong Royong di Desa Masih Tinggi

Menurut pengalaman dan pemahaman saya, tinggal di desa itu nyaman karena rata-rata penduduknya homogen. Penduduk desa biasanya memiliki kesamaan suku, agama dan keturunan. Oleh sebab itu, rasa persaudaraan dan gotong royongnya masih tinggi.

Misalnya di Kampung Nagrak Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, jika ada satu di antara mereka yang membangun rumah atau menggelar hajatan maka seluruh tetangganya ikut membantu.

#2. Terbuka Ruang untuk Berkarya dan Berekspresi

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) handal di desa biasanya masih terbatas, jumlahnya belum sebanyak orang-orang hebat di kota. Di satu sisi, kenyataan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan di pedesaan, di sisi lain menjadi peluang bagi sebagian orang desa untuk mengembangkan potensinya karena persaingan belum begitu ketat.

#3. Udara di Desa Masih Bersih

Udara di desa masih sejuk karena hampir di setiap sudut kampung ditumbuhi pepohonan, polusi udara dari asap kendaraan dan pabrik industri pun tergolong sangat kecil. Sehingga udaranya bersih dan menyehatkan. Lain halnya dengan di kota, pencemaran udara sudah sangat tinggi.

#4. Terhindar dari Bencana Banjir dan Kekeringan

Ketika musim hujan tiba, banjir seringkali terjadi di perkotaan. Kurangnya drainase, resapan air di ruang terbuka serta kebiasaan buang sampah sembarangan kerap menjadi penyebab terjadinya bencana banjir. Jika musim kemarau datang, kekeringan menjadi momok yang menakutkan.

Bersyukurlan bagi Anda yang tinggal di desa, karena bencana banjir nyaris tidak pernah terjadi dan bencana kekeringan tidak separah yang terjadi di perkotaan.

#5. Bisa Hidup Hemat dan Sederhana

Fasilitas publik di desa masih sangat terbatas, jauh dari tempat-tempat hiburan dan perbelanjaan, kendaraan masih jarang sehingga jalanan sempit dan berlubang pun tidak menimbulkan kemacetan seperti di kota-kota besar.

Pola hidup orang desa biasanya sederhana, sehingga pengeluaran bisa ditekan. Orang-orang yang tergolong bergaya hidup mewah jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Mereka lebih memilih menginvestasikan penghasilannya untuk membeli sawah, kebun, atau binatang ternak.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah bisa diakses di pelosok-pelosok, perlahan gaya hidup orang desa sudah mulai bergeser mengikuti gaya hidup orang kota.

Itulah 5 alasan Anda harus bangga menjadi orang desa. Sebagai orang yang lahir dan besar di desa, saya bersyukur jadi orang desa. Meskipun tidak memiliki skill mumpuni untuk menghidupi anak istri, yang penting tidak makan tulang kawan, tidak menghisap keringat orang dan tidak hidup dari belas kasihan.

Untuk saudara-saudaraku yang di rantau orang, selamat berjuang! Ingat, keluarga menunggu di rumah. Salam!

About Husni Cahya Gumilar

Tetangga mengenal saya sebagai Guru Honorer, Blogger, Traveler & Web Developer. Dulu saya manis semanis dodol Garut, tapi sekarang imut seimut domba Garut. Ya, orang Garut memang manis dan imut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *